SPPG Bondowoso Badean 2 Gandeng Puskesmas Nangkaan Periksa Kesehatan 50 Relawan
Mumbai
Ahmedabad
Bondowoso, (RuangBicara.Id) – Sebanyak 50 staf dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badean 2, Kabupaten Bondowoso, menjalani pemeriksaan kesehatan bersama Puskesmas Nangkaan.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan relawan tetap terjaga sehingga dapat menjalankan tugas dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara optimal.
Kepala SPPG Bondowoso Badean 2, Yulia Linda Lestari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara SPPG Badean 2 dan Puskesmas Nangkaan. Pihaknya mengajukan permohonan pemeriksaan kesehatan, yang kemudian disambut baik oleh pihak puskesmas.
“Tujuannya untuk memastikan seluruh kondisi relawan dalam keadaan sehat supaya dapat bekerja dengan maksimal,” kata Yulia.
Dalam pemeriksaan tersebut, para staf dan relawan menjalani sejumlah pengecekan kesehatan, meliputi pengukuran lingkar pinggang, tekanan darah, kadar asam urat, dan gula darah.
Menurut Yulia, pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan program MBG. Sebab, para relawan terlibat langsung dalam penanganan makanan yang akan didistribusikan kepada penerima manfaat.
“Ini sangat penting karena relawan yang memegang langsung makanan. Pemeriksaan ini merupakan upaya pencegahan agar tidak terjadi penyakit pada relawan,” ujarnya.
Yulia memastikan pemeriksaan kesehatan tersebut akan dilaksanakan secara berkala. Upaya ini diharapkan dapat membantu memantau kondisi kesehatan para staf dan relawan sekaligus mendukung kelancaran operasional SPPG.
Jika ditemukan relawan yang mengalami masalah kesehatan, pihak SPPG akan melakukan tindak lanjut dengan mengistirahatkan relawan tersebut untuk sementara waktu. Selanjutnya, relawan akan dirujuk ke puskesmas agar mendapatkan perawatan sesuai kebutuhan.
Relawan yang bersangkutan dapat kembali bekerja setelah kondisi kesehatannya pulih.
Di sisi lain, Yulia mengakui jam produksi makanan pada malam hari menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kesehatan relawan. Aktivitas produksi pada waktu tersebut berpotensi mengurangi waktu istirahat dan memicu kelelahan.
Karena itu, ia berharap kerja sama dengan Puskesmas Nangkaan dapat terus berlanjut. Menurutnya, dukungan puskesmas tidak hanya diperlukan untuk pemeriksaan kesehatan berkala, tetapi juga untuk memberikan pembinaan kepada para staf dan relawan.
“Harapan saya, kerja sama antara SPPG Badean 2 dan Puskesmas Nangkaan dapat terus berjalan. Tidak hanya pemeriksaan berkala, tetapi juga pembinaan kepada relawan SPPG Badean 2,” pungkasnya. (awy)