Sebelum Berangkat Antar MBG, Driver SPPG Taman Krocok Jalani 9 Tahapan Pemeriksaan
Mumbai
Ahmedabad
Bondowoso, (RuangBicara.Id) – Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Taman Krocok Bondowoso dilakukan dengan prosedur berlapis. Sebelum makanan diberangkatkan ke sekolah maupun lembaga penerima, driver wajib melalui sejumlah pemeriksaan.
Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Taman Krocok Bondowoso, Syukron, mengatakan terdapat sembilan tahapan yang menjadi bagian dari SOP tim distribusi. Pemeriksaan dilakukan sejak sebelum keberangkatan hingga seluruh ompreng dikembalikan.
“Pertama memastikan kesiapan driver, apakah bisa melakukan distribusi atau tidak. Termasuk memastikan dalam keadaan sehat dan tidak mengalami gangguan kesehatan,” kata Syukron.
Setelah kondisi driver dipastikan sehat, petugas memeriksa kelengkapan alat pelindung diri (APD) dan dokumen surat jalan. Jumlah ompreng yang dibawa juga harus sesuai dengan jumlah yang tercantum dalam surat jalan.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan terhadap kendaraan. Di antaranya kondisi kaki-kaki, ban, sistem pengereman hingga ketersediaan bahan bakar.
Sebelum kendaraan berangkat, seluruh driver juga mengikuti briefing. Dalam pengarahan tersebut, driver kembali diingatkan untuk menjalankan proses distribusi sesuai SOP, termasuk menjaga higienitas dan sterilisasi makanan.
“Yang utama menjaga higienisasi dan sterilisasi makanan serta keselamatan dalam berkendara, sehingga dalam proses distribusi berjalan lancar,” ujarnya.
Dari sisi kendaraan, kebersihan mobil box juga dipastikan melalui sanitasi menggunakan cairan antibakteri. Ompreng yang berisi makanan harus dalam kondisi tertutup rapat sebelum dimasukkan ke kendaraan.
Setelah seluruh ompreng berada di dalam mobil, box kendaraan kemudian dikunci rapat untuk menjaga keamanan dan kebersihan makanan selama perjalanan menuju lokasi penerima.
Sesampainya di lembaga penerima, koordinator mengarahkan siswa untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menerima MBG. Setelah itu, siswa diarahkan untuk membaca doa dan menikmati makanan yang telah disediakan.
Setelah seluruh MBG selesai didistribusikan, driver melakukan koordinasi dan melaporkan kepada Aslap bahwa ompreng telah disalurkan sesuai dengan surat jalan. Sembari menunggu waktu penjemputan, driver dapat menggunakan waktu tersebut untuk beristirahat.
Pada saat pengambilan kembali, driver melakukan pengecekan ulang jumlah ompreng dari masing-masing lembaga. Jumlahnya harus sesuai dengan jumlah awal saat distribusi. Kondisi ompreng juga diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat kerusakan atau tidak.
Syukron mengatakan setiap kendala yang muncul selama proses distribusi juga harus segera dilaporkan kepada Aslap.
“Misalkan ada kendala macet karena berefek kepada waktu pendistribusian, lalu Aslap memberikan informasi kepada koordinator sekolah yang menjadi tujuan pendistribusian bahwa sedang mengalami kemacetan,” jelasnya.
Menurutnya, mekanisme tersebut penting agar pihak sekolah mengetahui kondisi di lapangan dan dapat menyesuaikan proses penerimaan MBG apabila terjadi keterlambatan akibat kendala perjalanan.
Untuk memastikan seluruh prosedur berjalan konsisten, tim distribusi SPPG Taman Krocok juga memiliki checklist harian. Checklist tersebut menjadi pedoman bagi tim untuk memastikan seluruh tugas distribusi telah dilakukan, mulai dari persiapan driver dan kendaraan, pengangkutan makanan, proses penyerahan, hingga pengembalian ompreng.
“Jadi ada checklist setiap harinya yang menjadi SOP tim distribusi atau tugas yang harus dilakukan tim distribusi,” pungkas Syukron. (dwy)