Lebih Rendah Lemak, SPPG Bondowoso Badean 2 Hadirkan Nasi Kuning Sehat dan Bergizi
Foto: Ilustrasi relawan SPPG Bondowoso Badean 2 menyalurkan MBG nasi kuning tanpa santan. (Dibuat oleh AI)
Bondowoso, (RuangBicara.Id) — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Badean 2 menghadirkan inovasi menu sehat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui modifikasi resep, SPPG Badean 2 kini menyajikan nasi kuning tanpa santan yang tidak hanya gurih dan lezat, tetapi juga memiliki kandungan lemak dan kalori yang lebih rendah.
Kepala SPPG Bondowoso Badean 2, Yulia Linda Lestari, menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk menyelaraskan menu favorit anak-anak dengan regulasi keamanan pangan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
"Santan dilarang untuk seluruh menu MBG karena sifatnya yang mudah basi jika proses pengolahannya kurang tepat. Dengan menghilangkan penggunaan santan, risiko keracunan makanan dapat dihindari, sekaligus menghasilkan hidangan yang lebih rendah lemak dan kalori," ujar Yulia.
Sentuhan Bumbu Aromatik dan Nutrisi Seimbang
Meskipun diolah tanpa santan, cita rasa khas nasi kuning tetap terjaga secara optimal. Tim dapur SPPG memanfaatkan kunyit untuk warna kuning alami serta perpaduan serai dan bumbu aromatik lainnya agar nasi tetap harum dan gurih. Pengolahannya pun dinilai lebih praktis, dengan teknik yang menyerupai pembuatan nasi liwet.
Untuk memastikan standar gizi BGN tetap terpenuhi secara utuh, nasi kuning sehat ini dipadukan dengan susunan lauk-pauk dan sayuran yang saling melengkapi:
- Ayam Goreng Bawang Putih: Sebagai sumber protein utama yang gurih dan bernutrisi.
- Tempe Orek: Memberikan penyeimbang rasa manis yang pas.
- Acar Timun Wortel: Menyumbang asupan serat, vitamin, dan mineral segar.
Kombinasi tersebut dirancang secara cermat agar kebutuhan karbohidrat, protein, serat, serta mikronutrien anak-anak dapat terpenuhi dalam satu porsi sajian. Selain nasi kuning, modifikasi serupa juga diterapkan pada sajian tradisional lain, seperti sayur kuah kuning yang kini diolah sepenuhnya tanpa santan.
Disukai Anak-Anak, Ompreng Kembali Bersih
Respons dari para penerima manfaat di lapangan sangat positif. Meski terdapat perubahan resep dari versi konvensional, tingkat penerimaan anak-anak terhadap menu ini tetap tinggi.
"Anak-anak sangat menyukainya. Setiap kali menu ini dibagikan, wadah makan (ompreng) rata-rata kembali dalam keadaan bersih," ungkap Yulia.
SPPG Bondowoso Badean 2 berkomitmen untuk terus mengasah kreativitas dalam menyusun menu harian. Dengan mengusung prinsip utama bahwa makanan harus tetap enak, aman, dan bergizi, tim dapur berharap anak-anak dapat terus menikmati variasi hidangan sehat tanpa rasa bosan. (dwy)