ZoyaPatel

Tebu Tergiling Tembus 528 Ribu Ton, PG Pradjekan Perkuat Kemitraan Petani

Mumbai
Bondowoso, (RuangBicara.Id) – Pabrik Gula (PG) Pradjekan, Kabupaten Bondowoso, mencatatkan capaian positif pada musim giling 2026. Total tebu yang digiling mencapai 528.733 ton atau 110 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 479.915 ton.

General Manager PG Pradjekan sekaligus Cluster Head IV Pabrik Gula Jawa Timur, Chandra S Wijaya, mengatakan capaian tersebut meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah tebu tergiling tercatat sebanyak 519.252 ton. Sedangkan pada 2024 mencapai 459.269 ton.

Menurut Chandra, peningkatan tersebut tidak lepas dari penguatan pola kemitraan dengan petani tebu serta investasi peralatan pabrik yang tepat guna.
"Jumlah tebu tergiling tahun 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini tidak lepas dari penguatan pola kemitraan dengan para petani tebu dan pelaksanaan investasi peralatan pabrik yang tepat guna," katanya.

Dari total tebu yang digiling, PG Pradjekan menghasilkan 43.249 ton gula. Jumlah tersebut mencapai 113 persen dari target RKAP sebesar 38.435 ton.

Meski mencatatkan hasil positif, pelaksanaan musim giling tahun ini menghadapi sejumlah tantangan. Fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang berdampak pada kebakaran tanaman tebu di wilayah Bondowoso. Kondisi tersebut turut menurunkan taksasi atau perkiraan produksi tebu.
Untuk mengantisipasi persoalan serupa, PG Pradjekan bersama petani dan pemerintah meningkatkan pengawasan keamanan lahan, terutama saat puncak musim kemarau.

Selain itu, perbaikan irigasi dan pengairan menjadi perhatian. PG Pradjekan juga mendorong intensifikasi dan ekstensifikasi lahan melalui program hilirisasi bongkar ratoon serta perluasan areal tanam seluas 1.700 hektare.

Chandra menjelaskan, peningkatan produktivitas lahan menjadi salah satu strategi untuk mendukung target swasembada gula nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penataan varietas tebu, pengaturan bulan tanam, serta pembinaan petani secara berkelanjutan.

"Target minimal produksi hablur adalah delapan ton per hektare. Untuk mencapainya, diperlukan penataan varietas dan bulan tanam serta pengawasan bersama antara PG dan petani melalui program pembinaan LAKU Kebun," jelasnya.
Dia menegaskan, keberhasilan program peningkatan produktivitas membutuhkan komunikasi dan hubungan harmonis antara PG, petani, serta pemerintah daerah. Sinergi ketiga pihak dinilai menjadi kunci untuk memperkuat sektor perkebunan tebu di Bondowoso.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PG Pradjekan, Rolis Wikarsono, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan musim giling 2026.

Menurutnya, kebijakan pemerintah yang tidak melakukan impor gula pada tahun ini turut memberikan dampak positif terhadap harga gula. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan lelang gula berjalan baik dan pembayaran hasil penjualan gula kepada petani dapat dilakukan setiap pekan.

"Terima kasih kepada pemerintah yang tidak mengimpor gula tahun ini sehingga harga gula baik dan pelaksanaan lelang gula berjalan dengan baik. Pembayaran hasil penjualan gula kepada petani juga dapat dilakukan setiap minggu," kata Rolis.
Selain harga gula, harga tetes tebu atau molase juga mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata harga tetes pada 2026 mencapai Rp1.989 per kilogram.

Dari sisi operasional, pelaksanaan tebang, muat, dan angkut (TMA) juga dinilai berjalan lebih baik. Rolis menyebut seluruh tebu yang tersedia berhasil ditebang sehingga tidak ada tebu yang tertinggal di lahan.

Ke depan, APTRI berharap dukungan terhadap petani tebu terus diperkuat. Di antaranya melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pengawalan kebun bersama PG melalui program LAKU Kebun, serta perbaikan harga gula dan tetes.

"Harapan kami, bantuan alsintan untuk petani tebu terus ditingkatkan. Harga gula dan tetes juga semakin baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani tebu," pungkasnya. (dwy/adv)
Ahmedabad