ZoyaPatel

Desa Wisata Penglipuran Bali Meraih Penghargaan Kategori Desa Terbaik Dunia

Mumbai

 

BANGLI — Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, kembali mengukuhkan posisinya di kancah internasional. Desa adat yang terkenal dengan kebersihan dan tata ruang tradisionalnya ini resmi dianugerahi penghargaan sebagai salah satu desa wisata terbaik dunia (Best Tourism Villages) oleh Organisasi Pariwisata Dunia (UN Tourism).

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan, tradisi leluhur, serta menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).

Daya Tarik dan Keunggulan Penglipuran

Keberhasilan Penglipuran memikat wisatawan lokal maupun mancanegara tidak lepas dari komitmen warga dalam mempertahankan nilai-nilai adat:

  • Arsitektur Seragam: Setiap pekarangan rumah memiliki tata letak dan pintu gerbang (angkul-angkul) khas Bali yang serupa dan tertata rapi.

  • Bebas Polusi Kendaraan: Kendaraan bermotor dilarang melintas di area utama desa, menjaga udara tetap segar dan nyaman untuk pejalan kaki.

  • Hutan Bambu Konservasi: Terdapat kawasan hutan bambu seluas 45 hektar yang dijaga ketat fungsinya sebagai resapan air dan perlindungan ekosistem.

  • Pengelolaan Sampah Mandiri: Warga menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah tangga secara konsisten.

Dampak bagi Komunitas Lokal

"Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi untuk seluruh warga desa yang konsisten menjaga warisan budaya dan alam. Pariwisata di Penglipuran tidak hanya menjual keindahan, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai adat yang menyejahterakan warga," ujar pengelola Desa Wisata Penglipuran.

Dengan penghargaan baru ini, tingkat kunjungan wisatawan diproyeksikan meningkat hingga 25 persen. Pemerintah daerah dan pengelola desa mengimbau para wisatawan untuk tetap mematuhi norma adat serta menjaga kebersihan selama berkunjung.

Ahmedabad